"Dalam sebuah dengar pendapat, kami pernah ditanyai: Apakah kalian muslim— ya atau tidak? Kalian percaya Tuhan— ya atau tidak? Bagaimana kami menjawabnya? Ya, jawab saya, ketika menghadap Tuhan saya seorang muslim, tapi manakala berhadapan dengan manusia saya bukan muslim, karena Tuhan sendiri bilang ada banyak setan di antara manusia! Jadi kami mengalahkan pimpinan mereka dengan Quran di tangan"
Ibrahim Datuk Tan Malaka
T 1.03

There are three million species of animals living in the tropical rain forests, and one of them, the red fire ant, lives underground, under constant threat of annihilation from flash floods.

Nature doesn’t care, If a species wants to survive, it has to prove it deserves to.

When the floods come, the fire ants hold on to each other, creating a living raft that can float until the water recedes,Months, if necessary.

So how does a species figure something like that out?

Instinct?

Trial and error?

Was there one fire ant, who was being swept away by the rushing water..and grabbed on to another ant, only to find that together they could float?

What if you were the one who knew what needed to be done

..but you had no words?

How do you make the others understand?

How do you call for help?

"Tak ada cinta muncul mendadak, karena dia anak kebudayaan, bukan batu dari langit"
— Pramoedya Ananta Toer
"The key to the universe is love"
— Timo Tolkki
I’m Not One of Wax Statue in Madame Tussauds Gallery

Beberapa hari yang lalu, pada suatu sesi wawancara di suatu perusahaan, ada satu pertanyaan yang membekas dan menggelitik saya, begini kurang lebih petikan wawancaranya :

Pewawancara ( P ) : Saya lihat di CV kamu, setelah kamu lulus, kamu ikut berbagai proyek lepas, biasanya mahasiswa setelah lulus bergegas untuk mencari-cari pekerjaan, kok kamu lain ?

Saya ( R ) : -dengan senyuman tipis saya pun menjawab- karena saya ingin berkeliling Indonesia dulu pak

Kalau dipikir-pikir, ucapan bapak pewawancara itu ada benarnya juga, disaat teman-teman seangkatan bahkan adik angkatan saya sudah mendapatkan pekerjaan di pelbagai perusahaan yang sebagian besar diantaranya adalah impian bagi banyak orang, saya masih disini, iya masih disini, masih sibuk mencoba menjejakkan kaki di setiap pulau besar di Indonesia.

Bagi saya berkeliling Indonesia, mengenal berbagai budaya, mencoba berbagai makanan khas daerah tersebut, bercengkrama dengan orang-orang dengan berbagai sifat dan kepribadian adalah impian saya sejak lama, sebuah impian yang selalu membuat saya seolah-olah seidealis seorang Cristiano Lucarelli (yang ini lebay sih), disaat orang lain mungkin sudah bisa membeli gadget terkini, bahkan sudah mencicil untuk membeli sebuah tempat bernaung dimasa depan.

Saya berkeyakinan impian adalah ‘makanan’, pelepas dahaga bagi jiwa„  seorang yang tidak memiliki impian sama saja seperti patung lilin di galeri madam Tussauds yang termasyhur itu, hanya kumpulan tulang belulang yang hanya menjalankan rutinitas harian, ya tidak lebih dari itu..

Sebuah Impian yang dijawab kontan dengan tangan-tangan tak terlihat Sang Pencipta yang secara brillian memasukkan saya di jurusan saya saat ini.

Alhamdulillah Ya Rabb,

Thanks for giving me chance to be geologist, to realize my dream„i really appreciate that :)

Theme created by: Roy David Farber. Based on concepts from: Hunson's Black and Blue Eyes theme. Powered By: Tumblr.
1 of 22